Koloni peta dunia diatas agar petri dish


Rajin banget bikinnya..

Bell counter/receptionis


Tersedia bell counter / receptionis untuk di lab klinik atau kantor anda. Bisa juga dipasang didinding sebagai bel rumah.
Bahan metal, non batere.
Harga Rp 45.000/pcs

Tertarik. Sms 083890053355


Pulpen Kapsul

Bosan dengan bentuk pulpen yang gitu-gitu aja??
Sekarang ada pulpen yang unik dengan bentuk kapsul yang dapat membuat orang heran karena bingung cara menggunakannya.
Pulpen kapsul ini adalah adalah pulpen portable yang dirancang dengan model menyerupai kapsul. Dengan ukuran sekitar 5.5cm ketika ditutup dan 12.5cm ketika direntangkan (ketika di buka) membuat pulpen ini menjadi pulpen yang simpel dan bisa dibawa/diletakan dimana saja.

Bisa untuk souvenir pernikahan, untuk souvenir simposium kesehatan, untuk hadiah kepada costumer di lab, untuk media promosi lab/dokter (bisa disablon/stempel stiker sendiri), dll

Ukuran : 5.5cm (ketika di tutup), 12.5cm (ketika di rentangkan/dibuka)
Warna Body : Pink, hijau, biru, merah (warna tergantung persedia'an)
Warna tinta : Hitam

Harga Pas:
    Rp 3000,- / pcs
Pemesanan Minimum:
    10 pcs
Berat:
    30 gr
Kategori:
    Office & Stationery - Alat Tulis - Pulpen
Kondisi:
    Baru

Pemesanan
Hub 0838 90053355 yossitrixie

Sampel Urine

Pemilihan sampel urin
Berbagai jenis sampel urin antara lain:
1. Urin sewaktu
yaitu urin yang dikeluarkan pada suatu waktu yang tak ditentukan secara khusus. Urin ini dapat digunakan untuk berbagai macam pemeriksaan dan cukup baik untuk pemeriksaan rutin.

2. Urin pagi
yaitu urin yang dikeluarkan pagi hari setelah bangun tidur. Urin pagi lebih pekat sehingga cocok untuk pemeriksaan sedimen, berat jenis, protein dan pemeriksaan kehamilan berdasarkan adanya hormon human chorionic gonadotrophin (HCG) di dalam urin.

3. Urin postprandial
yaitu urin yang pertama kali dilepaskan 1,5-3 jam setelah makan. Urin ini berguna untuk pemeriksaan glukosuria (adanya glukosa di dalam urin)

4. Urin 24 jam
yaitu urin yang dikumpulkan selama 24 jam, dengan cara: Siapkan botol besar bersih bertutup (minimal 1,5 L) umumnya dilengkapi pengawet. Jam 7 pagi urin dibuang. Urin selanjutnya (termasuk jam 7 esok hari) ditampung dan dicampur. Urin 24 jam diperlukan untuk pemeriksaan kuantitatif

5. Urin 3 gelas
Urin 3 gelas adalah urin yang ditampung sejumlah 3 gelas. Urin ini digunakan untuk menentukan letak radang atau lesi yang menghasilkan darah atau nanah pada urin seorang pria

Mengintip Ruang Khusus Masturbasi di Sebuah Lab Klinik Kesuburan

Program bayi tabung dilakukan dengan mempertemukan sel telur dan sperma di laboratorium. Jika pada perempuan sel telur dikeluarkan oleh dokter, laki-laki harus mengeluarkan spermanya sendiri sehingga ada ruang khusus di klinik kesuburan yang disebut ruang masturbasi.


Di ruang masturbatorium disediakan majalah majalah dewasa dan CD video porno

Ruang masturbasi yang resminya bernama sperm collection room merupakan ruang khusus di klinik kesuburan yang disediakan khusus untuk pasien laki-laki. Sesuai namanya, ruangan ini menjadi tempat untuk mengeluarkan sperma untuk kemudian ditampung dalam botol khusus.

“Kami menyadari betul, terkadang tidak mudah untuk mengelurkan sperma. Karena itu kami sediakan ruangan seperti hotel lengkap dengan fasilitasnya,” ungkap dr Budi Wiweko, SpOG(K) dari Klinik Yasmin Kencana RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Detikhealth yang dikutip ruanghati.com


Ruang khusus masturbasi, boleh nyetel film porno untuk tujuan mengeuarkan sperma

Untuk melihat fasilitas apa saja yang tersedia, detikHealth berkesempatan mengunjungi sperm collection room alias ruang masturbasi di Klinik Yasmin Kencana RSCM Jakarta. Ruangan tersebut terletak paling pojok, terhubung langsung melalui sebuah jendela kecil menuju ruang penyerahan sperma untuk diperiksa.

Berbeda dengan ruangan lain yang ada di laboratorium tersebut, ruang masturbasi benar-benar seperti kamar hotel. Dindingnya dihiasi wallpapper oranye bermotif bunga-bunga, dengan penerangan lampu remang-remang sehingga sama sekali tak terasa kalau sedang berada di laboratorium.

Fasilitas yang ada di ruangan itu antara lain spring bed berukuran twin yang cukup untuk ditempati 2 orang, televisi LCD 29 inchi, DVD player serta 1 lemari berisi koleksi film dan majalah khusus dewasa. Di dalam ruangan juga ada kamar mandi, yang bisa dipakai untuk membersihkan diri.


Kalau di Cina proses pengeluaran sperma dibantu oleh asisten perawat klinik

Menurut perawat yang bertugas, tempat tidur yang tersedia cukup untuk ditempati 2 orang karena kadang-kadang ada pasien laki-laki yang tidak bisa mengeluarkan spermanya sendiri. Solusinya, pasien yang kesulitan melakukan masturbasi boleh mengajak istrinya ke dalam ruangan.

Di dalam ruangan, pasien laki-laki bebas melakukan apa saja untuk mengeluarkan sperma. Kebanyakan hanya melakukan masturbasi dengan bantuan istri maupun menggunakan media berupa DVD dan majalah dewasa yang telah disediakan, namun ada juga yang sampai harus bersetubuh dengan istrinya.

“Boleh-boleh saja mau bersetubuh, yang penting setelah itu spermanya harus segera ditampung dalam botol,” tambah dr Budi, yang juga menjabat sebagai Manajer Unit Pelaksanaan dan Pemasaran INA Repromed di Klinik Yasmin Kencana RSCM.

Jika spermanya tetap tidak keluar, dr Budi bersama timnya akan melakukan alternatif terakhir untuk mengeluarkannya yakni melalui operasi. Jika keluar air mani tetapi tidak ada sel spermanya atau disebut juga azoospermia, maka spermanya juga harus diambil lewat operasi. (Sumber http://ruanghati.com )

PEMERIKSAAN PAP SMEAR


Oleh : dr.Devi Triyadi

1. Apakah Pap Smear itu?
Pap Smear adalah pemeriksaan usapan mulut rahim untuk melihat sel-sel mulut rahim (serviks) di bawah mikroskop.

Pap Smear merupakan tes skrining untuk mendeteksi dini perubahan atau abnormalitas dalam serviks sebelum sel-sel tersebut menjadi kanker.

2. Apa itu Kanker Leher Rahim?
Kanker leher rahim merupakan jenis kanker yang sering terjadi pada wanita, juga merupakan penyebab kematian nomor satu dari jenis kanker yang menyerang wanita. Penyebabnya yaitu adanya perubahan gen mikroba seperti; virus HPV (human papilloma virus), radiasi atau pencemaran bahan kimia. Kanker leher rahim stadium dini yang cepat ditangani dapat sembuh 100%.

3. Kanker Leher Rahim menyerang siapa?

Wanita yang telah melakukan hubungan seksual diusia muda
Wanita yang melakukan kontak seksual dengan berganti-ganti pasangan
Perokok
Kurang mengkonsumsi sayur dan buah- buahan.
Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada serviks uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk kearah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (organ V). Kanker ini biasa terjadi pada wanita berumur, tetapi beberapa data menemukan kasus ini juga dialami wanita yang berumur 20-30 tahun.

4. Cara pengambilan sampel Pap smear

Pemeriksaan ini dilakukan di atas kursi pemeriksaan khusus ginekologis. Sampel sel-sel diambil dari luar serviks dan dari liang serviks dengan melakukan usapan dengan spatula yang terbuat dari bahan kayu atau plastik. Setelah usapan dilakukan, sebuah cytobrush (sikat kecil berbulu halus, untuk mengambil sel-sel serviks) dimasukkan untuk melakukan usapan dalam kanal serviks. Setelah itu, sel-sel diletakkan dalam object glass (kaca objek) dan disemprot dengan zat untuk memfiksasi, atau diletakkan dalam botol yang mengandung zat pengawet, kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

5. Alasan Harus melakukan Pap smear :

Menikah pada usia muda (dibawah 20 tahun)
Pernah melakukan senggama sebelum usia 20 tahun
Pernah melahirkan lebih dari 3 kali
Pemakaian alat kontrasepsi lebih dari 5 tahun, terutama IUD atau kontrsepsi hormonal
Mengalami perdarahan setiap hubungan seksual
Mengalami keputihan atau gatal pada vagina
Sudah menopause dan mengeluarkan darah pervagina
Berganti-ganti pasangan dalam senggama
6. Persiapan Pemeriksaan Pap Smear

Menghindari persetubuhan, penggunaan tampon, pil vagina, ataupun mandi berendam dalam bath tub, selama 24 jam sebelum pemeriksaan, untuk menghindari ‘kontaminasi’ ke dalam vagina yang dapat mengacaukan hasil pemeriksaan.
Tidak sedang menstruasi , karena darah dan sel dari dalam rahim dapat mengganggu keakuratan hasil pap smear.
7. Mengapa Pap Smear perlu dilakukan?

Pap smear dapat mendeteksi kondisi kanker dan prakanker dalam serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) serviks umumnya dilakukan saat pap smear bila ada indikasi kelainan signifikan, atau bila ditemukan kelainan selama pemeriksaan dalam rutin, untuk mengidentifikasi kelainan tersebut. Hasil pap smear dinyatakan positif, bila menunjukkan perubahan-perubahan sel serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) mungkin tidak perlu dilakukan segera, kecuali anda dalam kategori risiko tinggi. Untuk perubahan sel yang minor, umumnya direkomendasikan untuk mengulang pap smear dalam 6 bulan ke depan.

8. Ada 2 cara pemeriksaan Pap Smear:

1. Konvensional

2. Berbasis cairan atau Liquid

Keterbatasan pemeriksaan Sitologi Konvensional :

Sampel tidak memadai karena sebagian sel tertinggal pada brus (sikat untuk pengambilan sampel), sehingga sampel tidak representatif dan tidak menggambarkan kondisi pasien sebenarnya
Subyektif dan bervariasi, dimana kualitas preparat yang dihasilkan tergantung pada operator yang membuat usapan pada kaca benda
Kemampuan deteksi terbatas (karena sebagian sel tidak terbawa dan preparat yang bertumpuk dan kabur karena kotoran/faktor pengganggu)
Pemeriksaan Sitologi Berbasis Cairan/Liquid

Merupakan metode baru untuk meningkatkan keakuratan deteksi kelainan sel-sel leher rahim. Dengan metode ini, sampel (cara pengambilan sama seperti pengambilan untuk sampel sitologi biasa/Pap Smear) dimasukkan ke dalam cairan khusus sehingga sel atau faktor pengganggu lainnya dapat dieliminasi. Selanjutnya, sampel diproses dengan alat otomatis lalu dilekatkan pada kaca benda kemudian diwarnai lalu dilihat di bawah mikroskop oleh seorang dokter ahli Patologi Anatomi.

Keungulan pemeriksaan sitologi berbasis cairan/Liquid :

Sampel memadai karena hampir 100 % sel yang terambil dimasukkan ke dalam cairan dalam tabung sampel
Proses terstandardisasi karena menggunakan prosesor otomatis, sehingga preparat (usapan sel pada kaca benda) representatif, lapisan sel tipis, serta bebas dari kotoran/pengganggu
Meningkatkan kemampuan/keakuratan deteksi awal adanya kelainan sel leher rahim
Sampel dapat digunakan untuk pemeriksaan HPV-DNA
9. Hasil Pap Smear

Hasil pap smear normal menunjukkan hasil negatif, yaitu tidak adanya sel-sel serviks yang abnormal.

Sedangkan hasil pap smear abnormal dibagi menjadi 3 hasil utama :

1. Bukan kanker

Kebanyakan hasilnya adalah infeksi kemudian pasien diminta untuk berobat dan melakukan kontrol ulang dalam 4-6 bulan untuk mengulang pap smear.

2. Prekanker

Menunjukkan beberapa perubahan sel abnormal, biasanya dilaporkan sebagai “sel atipik” atau displasia serviks. Pasien akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kolposkopi dan biopsi. Kurang dari 5% hasil pap smear menemukan dysplasia serviks.

3. Ganas ( kanker)

Pasien langsung diminta berobat ke dokter.

How to make prepared agar media



Pre-experiment: Keep sterile Petri dishes closed until ready to pour agar into them. Air-borne contaminants can easily invade an open Petri dish.

Although pre-poured agar plates are available, one can make agar plates from tablet, powdered, or bottled agar by following a few simple instructions. Agar kits usually come with detailed instructions on how to prepare plates, and below are sample procedures for reference. When in doubt, be sure to clearly read the instructions and ask for help if needed (either consult a teacher or call the technical help line of the agar kit supplier).

Preparing Tablet or Powdered Agar:
For example : The formulation for LB (Luria Bertani) agar is: 9.1 g/L tryptone, 4.6 g/L yeast extract, 4.6 g/L NaCl, and 13.7 g/L agar. If using tablets, dissolve 10 tablets per 500 ml of water. For agar powders, dissolve by microwaving, 6.9 g of agar in 500 ml of water. 500 ml of agar will pour ~ 25 large Petri dishes (100 mm diameter) or 50 small Petri dishes (60 mm diameter).

Preparing Bottled Agar:
Loosen the bottle cap, but do not remove the cap while heating.
Warm the agar bottle in a hot water bath or in the microwave until it becomes liquid.
After opening the cap, pass the neck of the agar bottle through a flame to sterilize it. Do not lose the cap!
While pouring the agar, open the Petri dish lid as little as possible, hold it at an angle, and make sure the lid is kept directly over the Petri dish.
Pour enough melted agar into each sterile plastic Petri dish to cover 1/8" of the bottom. Cover the lid of the Petri dish immediately.
Place agar plates on a counter top to cool and set. Agar medium will set like stiff gelatin at room temperature.
Pass the neck of the agar bottle through flame again before applying the cap.
Preparing Pre-Poured Plates: If plates have been refrigerated, set them out and allow them to warm to room temperature.

Storage: Stack agar plates upside down in the refrigerator. Do Not Freeze! The purpose of placing the plates upside down is to prevent condensation from dripping down onto the agar surface which could then facilitate movement of organisms between colonies.
Please see http://www.umsl.edu/~microbes/pdf/tipsforplates.pdf for additional tips.

Additional Safety Considerations
When stirring the broth solution, one should take special note in beginning the stir scale at a low setting and adding more speed from there.
When heating the broth, make sure to cover the flask in such a manner that will not lend itself to boiling over, but to avoid spillage.
When pouring the broth, make sure to fill the Petri dish without burning oneself. In addition it is important in this process to make sure that the Petri dish is covered immediately to allow the substance to cool proportionately.
Once the Petri dishes have been exposed or inoculated, students should not re-open them.